Makalah Tentang Sistem Ekskresi

 KATA PENGANTAR

Alhamdulilahi Rabbil Alamin, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan kita kenikmatan sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada sang mahkota alam Nabi Muhammad SAW. Karena dengan perjuangan beliaulah kita bisa mengetahui betapa pentingnya ilmu pengetahuan sebagai bekal kita hidup di dunia dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. 

Saya  menyadari bahwa di dalam makalah ini banyak terdapat kesalahan dan kekurangan. Untuk itu saya sangat mengharapkan kepada para pembaca untuk menyampaikan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kebaikan dan kesempurnaan makalah selanjutnya. 

Terima kasih kami ucapkan kepada guru yang telah memberikan kami tugas dan juga kepada semua teman-teman yang telah membantu saya sehingga makalah ini dapat terselesaikan.

Jakarta, 29 Agustusn 2015  

Tukang Ngetik

Daftar Isi

Kata Pengantar …………………………………………………………….…......i
Daftar Isi ……………………………………………………………………..……ii
BAB I
Pendahuluan ……………………………………………………………………….3
A. Latar Belakang ………………………………………………………….…3
B. Rumusan Masalah……………………………………………………….…3
BAB II
Pembahasan ……………………………………………………………………....4
1. Proses pengeluaran zat dari tubuh …………………………………..……4
2. Alat-alat ekskresi pada manusia ……………………………………...…..5
3. Kelainan dan penyakit yang menyerang sistem ekskresi ……………..…7
BAB III
Penutup………………………………………………………………………..…8
a. Kesimpulan ………………………………………………………………8
b. Saran …………………………….……………………………….….......8
Daftar Pustaka ……………………………………………………………..…..9

BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Setiap hari tubuh kita menghasilkan kotoran dan zat-zat sisa dari berbagai proses tubuh. Agar tubuh kita tetap sehat dan terbebas dari penyakit, maka kotoran dan zat-zat sisa dalam tubuh kita harus dibuang melalui alat-alat ekskresi. Sistem ekskresi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa hasil metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi oleh tubuh. Sedangkan kebalikan dari sistem ini adalah sistem sekresi yaitu proses pengeluaran zat-zat yang berguna bagi tubuh. Alat-alat ekskresi manusia berupa ginjal, kulit, hati, paru-paru dan colon.

B. Rumusan Masalah
  1. apa saja proses pengeluaran zat dri tubuh?
  2. Apakah alat-alat ekskresi pada manusia?
  3. Apakah gangguan yang ditimbulkan pada system ekskresi pada manusia?
BAB II
PEMBAHASAN

1. Proses pengeluaran zat dari tubuh meliputi:
    a.    Ekskresi: proses pengeluaran metabolisme.
    b.    Sekresi: proses pengeluaran zat oleh kelenjar yang masih digunakan oleh tubuh.
    c.    Defekasi: proses pengeluaran sisa-sisa pencernaan atau zat yang mengalami pencernaaan.

2 .Alat-alat ekskresi pada manusia:

a. Ginjal

makalah-tentang-sistem-ekresi-pada-manusia

Ginjal terletak di dalam rongga perut bagian belakang. Ginjal berfungsi menyaring zat –zat sis yang terkandung dalam darah. Zat- zat yang tidak berguna akan dikeluarkan bersam urine.Ginjal tersusun atas kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal (medulla) dan rongga ginjal (pelvis). Pada kulit ginjal terdapat nefron yang terdiri atas glomerulus dan kapsula bowman. Bagian medulla tersusun dari tubulus kontortus , lengkung henle dan pembuluh kapiler dan pelvis merupakan rongga yang digunakan untuk menampung urine sementara. Selanjutnya urine diteruskan ke ureter kemudian disimpan dalam kandung kemih dan keluar dari tubuh lewat uretra.

Dalam pembuatan urine ada 3 tahapan yaitu:
  1. Filtrasi
    Proses ini terjadi di glomerulus. Cairan yang tersaring ditampung oleh simpai Bowman. Cairan tersebut tersusun oleh urea, glukosa, air, ion-ion anorganik seperti natrium kalium, kalsium, dan klor. Darah dan protein tetap tinggal di dalam kapiler darah karena tidak dapat menembus pori–pori glomerulus.Cairan yang tertampung di simpai Bowman disebut urine primer atau filtrate glomerulus.
  2. Reabsorbsi
    Proses ini terjadi di tubulus kontortus proksimal. Proses yang terjadi adalah  penyerapan kembali zat-zat yang masih dapat diperlukan oleh tubuh. Zat yang diserap kembali adalah glukosa, air, asam amino dan ion-ion anorganik. Sedangkan urea hanya sedikit diserap kembali. Cairan yang dihasilkan dari proses reabsorbsi disebut urine sekunder atau filtrate tubulus 
  3. Augmentasi
    Proses ini terjadi di tubulus kontortus distal dan juga di saluran pengumpul. Pada bagian ini terjadi pengumpulan cairan dari proses sebelumnya. Di bagian ini juga masih terjadi penyerapan ion natrium, klor serta urea. Cairan yang dihasilkan sudah berupa urine sesungguhnya, yang kemudian disalurkan ke rongga ginjal. Urine yang sudah terbentuk dan terkumpul di rongga ginjal dibuang keluar tubuh melalui ureter kandung kemih dan uretra. 
b. Hati
fungsi-hati-sebagai-sistem-ekskresi-pada-manusia

Hati berfungsi menghasilkan empedu yang mengandung zat sisa dari perombakan eritrosit dalam limpa dan menghasilkan ureum yang mengandung zat sisa dari metabolisme protein. Selain sebagai organ ekskresi hati juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan gula dalam bentuk glikogen, menetralkan racun, mengubah provitamin A menjadi vitamin A, membentuk protrombin dan mengatur kadar gula dalam darah.

c. Paru - Paru
paru - paru juga merupakan salah satu alat atau sistem ekresi manusia
Paru –paru berfungsi mengeluarkan uap air dan karbon dioksida. Untuk membuktikan bahwa paru- paru mengeluarkan karbon dioksida menggunakan air kapur. Air kapur yang semula jernih setelah ditiup akan menjadi keruh karena bereaksi dengan karbon dioksida dan menghasilkan endapan kalsium karbonat. Sedangkan untuk membuktikan paru- paru mengeluarkan uap air, hembuskan napas di depan cermin, maka cermin akan menjadi kusam.

d. Kulit
kulit juga merupakan salah satu sistem ekskresi pada manusia


Kulit  terdiri atas lapisan kulit ari (epidermis), kulit jangat (dermis) dan jaringan bawah kulit (subkutan). Pada lapisan epidermis terdiri atas lapisan tanduk yang selalu mengelupas karena sel – selnya mati dan lapisan malpigi yang berfungsi menggantikan sel- sel yang rusak dan menentukan warna kulit seseorang karena adanya pigmen melanin. Pada lapisan dermis terdapat kelenjar keringat, kelenjar minyak, ujung- ujug saraf, pembuluh darah dan otot. Lapisan subkutan terdapat banyak jaringan adiposa/ lemak yang berfungsi sebagai penehan suhu tubuh dan cadangan makanan. Sebagai organ ekskresi, kulit berfungsi mengeluarkan keringat yang terdiri dari air dan garam-garam mineral. indra peraba dan perasa, pelindung tubuh terhadap luka dan kuman, tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar ultraviolet cahaya matahari, penyimpan kelebihan lemak, pengatur suhu tubuh.

3. Kelainan dan penyakit yang menyerang sistem ekskresi:

a. Nefritis
Nefritis adalah peradangan pada nefron terutama  glomerulus menyebabkan protein meninggalkan darah dan menuju ke urine. Penyebabnya adalah infeksi bakteri Streptococcus.

b. Albuminuria
Penyakit ini ditandai adanya albumin atau protein dalam urine.

c. Hematuria
Hematuria merupakan kelainan pada ginjal yang ditandai adanya sel- sl darah merah dalam urine.

d. Diabetes mellitus
Yaitu suatu keadaan yang ditandai adanya glukosa di dalam air kencing. Keadaan ini disebabkan adanya gangguan pengeluaran hormone insulin.

e. Diabeter insipidus
Penyakit ini ditandai dengan pengeluaran urine yang berlebihan ( 20 – 30 kali normal), disebabkan karena kekurangan hormone antideuritik ( ADH).

f. Batu  ginjal
Batu ginjal disebabkan karena adanya endapan dari garam kalsium dalam ginjal. Ditandai sukarnya buang air kecil dan timbul rasa nyeri dan sakit.

g. Gagal ginjal
Yaitu keadaan salah satu atau kedua ginjal tidak dapat berfungsi lagi. Untuk dapat menggantikan fungsi ginjal tersebut dapat dilakukan pencangkokan ginjal, dan cuci darah (hemodialisis).

h. Pleuritis
Pleuritis adalah suatu penyakit yang ditandai adanya peradangan pada selapus paru- paru ( pleura) yang disebabkan oleh infeksi bakteria

i. Albino
Kelainan pada kulit yang disebabkan kekurangan pigmen. 

j. Serosis hati
Sirosis merupakan puncak dari penyakit hati yang kronisnyang menyebabkan hati tidak berfungsi. Salah satu factor yang menyebabkan penyakit ini adalah banyak mengkonsumsi minuman beralkohol.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Sistem ekskresi merupakan pengeluaran limbah hasil metabolisme pada organisme hidup. Zat sisa metabolisme yang harus dikeluarkan antara lain karbondioksida (CO2), urea, air (H2O), amonia (NH3), kelebihan vitamin, dan zat warna empedu. Organ pengeluaran zat sisa pada manusia dan hewan vertebrata berupa ginjal, kulit, paru-paru dan hati. Sedangkan pada hewan vertebrata berupa pembuluh malphigi, sel-sel api dan nefridior.

Pada sistem ekskresi manusia terdapat banyak kelainan dalam proses pengeluaran sisa metabolisme, baik kelainan yang terdapat di ginjal, paru-paru, hati, maupun di kulit.

B. Saran
Dengan mengetahui proses sistem ekskresi dan kelainannya, semoga kita bisa lebih menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan kita sehari-hari. Sehingga kita bisa merawat sistem ekskresi kita dengan baik, karena tubuh kita rentan sekali terkena kelainan yang telah disebutkan di atas.


DAFTAR PUSTAKA
  1. http://zakiyyatulipa3.blogspot.com/
  2. http://makalahbiologisma.blogspot.com/2013/02/makalah-sistem-ekskresi.html
  3. http://hedisasrawan.blogspot.com/2012/07/sistem-ekskresi-pada-manusia-rangkuman.html
Baca juga :

0 Response to "Makalah Tentang Sistem Ekskresi"

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan baik dan sopan, bila ada kesulitan silahkan bertanya